Showing posts with label wisata jakarta. Show all posts
Showing posts with label wisata jakarta. Show all posts

2/03/2017

Hewan-hewan yang ada di RAGUNAN

Kembali lagi bersama saya, masih di blog yang sama yaitu jalan2wae.com Kali ini saya akan mengupas tuntas salah satu tempat wisata keluarga yang sangat terkenal di jakarta yaitu TAMAN MARGA SATWA RAGUNAN.


Ragunan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di ibukota. Selain harga tiket masuknya murah meriah, lokasinya pun sangat mudah sekali dijangkau. Kita bisa menggunakan busway untuk sampe ke ragunan, kalau tidak tahu koridor yang mana yang menuju ragunan tanyakan saja pada petugas busway nya hehehe.

Untuk tiket masuk nya:
Dewasa : Rp. 4000,-
Anak-anak : Rp. 3500,-

Murah sekali bukan? Hehehe..

Ragunan buka setiap hari selasa sampai dengan minggu mulai pukul 06:00 sampai pukul 16:00. Hari senin nya ragunan tutup tentu saja untuk perawatan dan agar satwa-satwa yang ada di dalam nya bisa istirahat. Jadi jangan sampai senin2 kamu malah keragunan. Hahahaha...

Ok.. dari pintu masuk kita beranjak kedalam ragunan nya. Ada ribuan satwa koleksi di TMS ragunan, cocok sekali untuk nambah pengetahuan anak2 kita. Kita bisa mengenalkan aneka satwa kepada si kecil. Untuk anak2 biasanya suka sekali lihat gajah, kalau saya sendiri lebih suka duduk dibawah pohon sambil lihatin orang lewat wkwkk..

TMS ragunan sangat luas, jika anda ngecekin satu2 satwa yang ada di ragunan dijamin seharian juga gak bakal kelar hahaha. 
Selain banyak satwa yang bisa kita lihat, taman2 pohon di ragunan juga sangat bagus. Kita bisa nyewa tiker untuk istirahat sambil makan makan yang bisa dimakan wkk. Harga sewa tiker nya dulu terakhir saya berkunjung sekitar 15rb an. 

Dibawah ini adalah spesies yang paling saya takuti.. hahaha...

.....


Saran saya untuk makan dan minum lebih baik bawa sendiri dari rumah. Selain lebih higenis, kita juga bisa berhemat karena makanan yang dijual di dalam ragunan mahal2 hahaha.. 

Saya rasa cukup sekian saja ulasan tentang TMS ragunan . 

Kesimpulan setelah saya berkunjung ke ragunan adalah: murah, ramai, sejuk, bagus, dan ramah anak. Semoga bermanfaat coy.....

6/30/2016

Menapaki Sejarah Museum Bank Mandiri

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai museum Bank Indonesia, pada kesempatan kali ini saya akan ganti membahsa museum Bank Mandiri yang letaknya tidak jauh dari Museum Bank Indonesia. Museum ini masih terletak di kota tua Jakarta Utara. Kebetulan setelah keluar dari MBI hari masih sian jadi saya lanjutkan perjalanan di MBM.

Museum Bank Mandiri ini Buka setiap Selasa sampai Minggu, Senin dan hari libur Nasional Museum ini tutup tidak melayani pengunjung.  Harga tiket masuk ke museum ini cukup terjangkau yaitu sebesar Rp.5000 untuk satu orang dewasa. Sebelum masuk ke museum kita diwajibkan untuk menitipkan tas atau barang bawaan kita ke petugas yang berjaga. Setelah menitipkan barang bawaan, kita bisa langsung menuju loket untuk membeli tiket.


Sekilas pandangan pertama saya setelah melihat museum ini, sangat luas dan terlihat sekali kuno. Kita seperti berada di masa jaman dahulu. Seluruh peralatan yang digunkan dalam perbankan jaman dahulu masih tersmpan rapi, Mulai dari mesin ketik, komputer atm dan brangkas yang digunkan untuk menyimpan uang nasabah. 

Museum ini memiliki 3 lantai, Lntai pertama berisi barang-barang perbankan jaman dahulu serta barang ruangan-ruangan yang tertata seperti dulu beroperasi. Kemudian di bagian bawah tanah ada tempat yang digunakan untuk menyimpan brankas. Dan yang ada di lantai 2 terlihat seperti tempat eksekutif mungkin tempat para direktur yang berkantor dulu dan ada juga beberapa ruang untuk rapat. 


Dari beberapa tempat yang ada di museum ini terlihat sangat kuno kita bisa seperti masuk jaman dahulu dengan melihat desain ruangan serta ada patung yang petugas bank yang sedang melayani nasabah. Ada satu kekurangan yang saya rasakan. Yaitu kurangnya petugas yang berada museum dan rute mana yang pertama harus dikunjungi. Ketika saya setelah membeli tiket dan berjalan kearah kanan ternyata buntu. Jadi harus balik kanan masuk dari kiri, karena memang tidak ada petunjuk tempat mana yang bisa kita kunjungi terlebih dahulu. 

Saya rasa hanya ini yang dapat saya ulasan mengenai meseum Bank Mandiri. Semoga menambah wawasan teman-teman sekaligus membuat penasaran sehingga mau mengunjungi musium ini. Cukup sekian sampai jumpa dengan postingan saya yang lain.

6/26/2016

Mengunjungi Museum Bank Indonesia Di Hari Minggu

Selamat berjumpa kembali dengan blog jalan-jalan wae. Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas Museum Bank Indonesia. Letak Musium ini tidak jauh dari Kota tua, yang sudah saya bahas pada postingan saya sebelumnya. Jadi jika anda sedang berkunjung di Kota tua jangan lupa untuk mampir di museum BI ini. Kebetulan ketika saya ke sana Hari Minggu, sempat ragu juga apakah museum buka atau tidak karna dari luar terlihat sangat sepi, setelah masuk ternyata ada yang jaga loket dan sudah banyak pengunjung yang masuk sebelum saya.


Ada Banyak sekali alat perbankan jaman dahulu yang masih terawat dengan baik disini, Kemudian ada juga bebagai jenis mata uang baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri. Kita jadi tahu uang seperti apa yang digunakan pada jaman dahulu baik yang logam dan yang kertas.

 
Disana juga terdapat sejarah digunkanya uang kertas untuk mengganti uang logam. Karena pada jaman dahulu sebagian besar uang yang digunakan berbentuk logam yang terbuat dari emas atau perak. Selain barang-barang sejarah perbankan  ada juga sejarah perekonomian Indonesia yang anjlok pada tahun 1998. Disana ditulis lengkap mulai dari awal sampai dengan dampak yang terjadi ketika krisim moneter tahung 1998. Tempat ni cocok untuk belajar bagi pelajar yang ingin mengetahui sejarah perekonomian Indonesia yang ditunjang oleh perbankan.


Oh ya ada yang terlupa, saat pertama kali masuk kita diwajibkan untuk menitipkan tas kita kepada penjaga untuk menjaga agar tidak ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencuri salah satu barang yang ada di museum. Meskipun di dalam museum sudah dilengkapi dengan CCTV, demi keamanan kita harus mematuhi peraturan yang berlaku di museum ini.

Saya kira cukup sekian, sengaja tidak daya bahas tuntas supaya kalian penasaran dan mengunjungi museum ini. terimakasih atas kunjunganya, sampai jumpa dengan postingan saya berikutnya.

Menjelajah Musium Kota Tua Jakarta

Sesuai dengan janji saya kemarin, kali ini saya akan membahas salah satu tempat wisata yang ada di Jakarta lagi. Tempat wisata yang akan saya explore kali ini adalah sebuah musium Kota Tua. Disini kita bisa mengetahui sejarah Kota jakarta saat Indonesia belum merdeka sampai dengan pasca merdeka. 


Sesuai dengan namanya, musium ini mempunyai barang-barang peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik, seperti meriam pedang sampai dengan peralatan rumah tangga jaman dahulu. Untuk dapat masuk ke musium ini kita diwajibkan untuk membayar tiket sebesar Rp.5.000 untuk satu orang dewasa. Setelah kita membeli tiket kita bisa masuk Musium yang mempunyai 3 lantai ini. 


Selain barang-barang sejarah, di musium ini juga terdapat dua penjara. Yaitu penjara laki-laki dan perempuan. Letak penjara ini berada di bawah musium. Kalau melihat penjaranya ini sangat kecil dan lembab. Bahkan penjara perempuanya sudah digenangi air. 

Dihalaman musium kota tua ini sering sekali djadikan tempat untuk shuting sinetron yang ada di tv. Karena lokasinya yang cukup indah dan terlihat sangat artistik. Disini kita juga bisa menyewa sepeda yang dapat kita gunakan untuk berputar-putar dihalaman ini cukup dengan membayar Rp.25.000. 

Jika anda beruntung saat pagi atau sore hari dihalaman musium ini banyak sekali burung merpati yang sedang berlalulang. Bagi anda yang mau membawa oleh-oleh khas kota tua bisa membeli suvenir yang disediakan di sekitar musium ini.

Disekitar musium ini juga terdapat beberapa cafe yang menyediakan makanan dan minuman ketika kita sudah lelah berkeliling musium kita dapat mampir disana. Tentu lebih praktisnya kita membawa bekal sendiri dari rumah supaya lebih hemat.

Sekian dulu postingan saya mengenai kota tua Jakarta kali ini, semoga bermanfaat. Sampai jumpa dengan postingan Jalan-Jalan Wae yang lain. 

6/25/2016

Mengelilngi Taman Monumen Nasional (MONAS) Di Jakarta

Pada awal bulan puasa kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi rumah saudara saya yang berada di jakarta karena sedang ada acara keluarga. Setelah acara tersebut selesai saya iseng dengan keponakan saya jalan-jalan ke monumen tugu nasional atau yang sering disebut monas. Monas ini terletak di tengah-tengah kota Jakarta berdekatan dengan bangunan lain seperti masjid Istiqlal.

Mungkin di blog lain sudah sering dibahas mengenai Monas namun tidak ada salahnya saya menambahi sebagai refernsi jika teman-teman mau berkunjung ke Monas. Saya tidak akan mengulas apa yang ada di dalam Monas dan bagai mana suasana pemandangan dari puncak Monas, Karan sudah lama sekali saya merasakan hal itu ketika masih masa sekolah. 

Sekarang saya akan membahas apa yang ada di sekeliling Monas yang berupa taman yang sangat luas. Taman ini ditumbuhi banyak pohan mulai dari yang pendek, rindang sampai yang tinggi seperti pohon kelapa. Pokonya bannyak sekali.

Di taman ini juga banyak terdapat burung yang tinggal di pohon-pohon tersebut, sehingga membuat kita lupa bahwa kita sedang berada ditengah-tengah Ibukota Negara Indonesia. Suasana pohon-pohon yang cukup lebat dan ada burung yang terbang kesana-kemari biasanya hanya kita lihat di perdesaan saja. namun sekarang kita bisa menumpainya di taman Monas ini.


Untuk kemanan kita tidak perlu kawatir, karena ada beberapa Satpol PP yang bersiaga di titik-titk strategis taman. Ada yang di pintu gerbang di dalam taman dan ada pula yang sedang berada disekitar tugu. 

Pedagang asongan saat ini sudah sangat jarang dijumpai disini, tidak seperti beberapa tahun yang lalu kita kalau masuk diserbu banyak sekali pedagang yang menjajakan mkanan. Ketika kemarin saya kesana hanya melihat seorang pedagang asongan, itupun jualanya di luar pintu gerbang. Kondisi seperti ini membuat pengunjung lebih nyaman dan terlihat lebih bersih.


Petugas kebersihan juga terlihat sangat rajin membersihkan taman ini. Mulai dari sampah plastik sampai daun-daun yang jatuh dibersihkan semua. Terlihat pula beberapa bapak-bapak sedang memotong batang pohon mungkin karna mengganggu kabel atau menjaga kerapian pohon saya kurang tau.

bagi yang mau naik ke puncak monas anda cukup dengan membayar Rp.4.000 saja, tapi antrinya luar biasa. Untuk membuang kejenuhan dalam antri disini disediakan kereta mini yang siap mengatar pengunjung untuk mengelilingi Monas. ingat ini khusus yang punya tiket naik kepuncak lho. 

Cukup sekian dulu postingan saya mengenai Monas kali ini, mudah0mudahan bermanfaat bagi teman-teman. Sampai jumpa dengan postingan saya tentang wisata di Kota jakarta berikutnya.

Recent Posts